ALAT TRADISIONAL MU'UE NGON LANGAI PARA PETANI SAWAH
ALAT TRADISIONAL MU'UE NGEUN LANGAI PARA PETANI SAWAH
Masyarakat Tani di daerah istimewa aceh pada umumnya persawahan(meugou blang). Di era milenial saat ini, membajak lahan sawah sudah menggunakan alat canggih, yaitu traktor bajak sawah *(moto mu'ua)*, sampai ketubutan air tanpa harus menunggu hujan tiba.
Saya termasuk mantan operator traktor bajak sawah(supir) berakvifitas dari tahun 1987-2001. Pernah saya jelajahi hampir seluruh area lahan persawahan di daerah aceh.
Di era modern sekarang, saat musim tanam tiba *(treun ublang)* sebelum para petani mengolah lahan persawahan, lebih dulu disiapkan air irigasi oleh petugas pengairan, serta telah tersedia bibit padi. Usia masa panen realtif cepat atau waktu yang sangat terjangkau dalam setahun mencapai dua kali panen.
TRADISI MASA LAMPAU
Pada zaman dulu masyarakat tani mengolah lahan sawah yang masih kering, guna untuk antisipasi gangguan penyakit hama wereng, dll yang menyerang batang padi pada masa pertumbuhan, yang diawali mu'ua thoe.
saya masyarakat tani dikawasan blang nudoun, yang letak lokasi diwilayah pasai paling timur kabupaten aceh utara.
BLANG NUDOUN salah satu area persawahan yang luas dan hampa, termasuk dalam lahan penghasil lumbung padi terbesar yang ada di bumi serambi mekkah.
Masyarakat Tani blang nudoun dan sekitarnya. Pada musim tanam serentak *(tren ublang meusigoe)*. Yang meliputi beberapa kecamatan diwilayah pasai paling ujung antara lain: Kec Seunuddon, Tanah Jambo Aye, Baktiya (Pasei Sejaya), serta Kecamatan Pemekaran yaitu Kecamatan Jambo Aye Selatan, Langkahan dan Baktiya Barat Aceh Utara.
Termasuk kawasan wilayah Perbatasan Peureulak paling Barat Kabupaten Aceh Timur antara lain: Kecamatan Madat, Pante Bidari dan Simpang Ulim. Ketika masa tanam tiba, wilayah tersebut tiap tahun selalu serentak. Sumber aliran air dari hulu sungai Arakundo. Yang disuplai melalui bendongan irigasi Langkahan Kab. Aceh Utara.
Sebelum mengolah lahan sawah terlebih dulu, biasanya Masyarakat Tani mengadakan acara yang disebut khanduri blang. Pelaksanaan khanduri blang adalah salah satu tradisi masa lampau dalam setiap tahun sekali.
Seperti dikawasan tempat saya bertani yang dilaksanakan di Gampong Alue Keutapang Panteu Breuh Kec.Baktiya Aceh utara. Adapun sumber dana khanduri blang didapat dari para petani berupa padi yang dikumpulkan oleh keujruen blang setiap musim panen untuk membeli beberapa ekor kambing serta keperluan lainnya.
Sebagai menu masakan Khas Aceh, kuah Beulangong yang dimasak kaum laki-laki adalah menu utamanya. Pelaksanaan secara sukarela masyarakat tani yang diatur oleh geuchik dan tgk imum gampong.sebelum menu khanduri dihidangkan terlebih dulu diawali dengan acara doa bersama agar mendapat keberkahan dari Allah s.w.t semoga makmur dan sejahtera. Acara doa yang dipimpin oleh tokoh agama seperti abu atau abi pimpinan dayah setempat.
MEMBAJAK TEMPO DULOU
Dalam tradisi bertani disawah, biasanya para petani menggunakan alat tradisional yang disebut (mu'ue ngen langai) atau mengolah lahan sawah tempo duku menggunakan langai alat bajak yang unik dan sederhana.
Hewan penarik langai antara lain: Kerbau, Sapi, atau Kuda. Langai ada dua jenis yang pertama Bouh Langai Curouk dan Bouh Langai Meusayep. Bouh Langai Curouk dibuat dari sepotong kayu keras dipahat lalu dipasang flou (mata langai) adalah besi yang ditimpa oleh tukang pande besi (utoh teumpeun). Bouh Langai Meusayep juga dari kayu keras yang dibentuk oleh tukang khusus (utoh bouh langai) serta sipasang flou (mata langai) juga besi yang ditimpa oleh utouh teupeun. Hanya bentuk berbeda dari bouh *langai gurouk*.
Langai mempunyai perangkat (organ) alat bantu penghubung dari Bouh Langai kehewan penarik. Cara memasangnya yg pertama di sisi belakang keatas bouh langai dipasang tongkat pegangan disebut *meunumat langai*, dari bouh Langai ke talou neu disebut *eih langai*, dari eih langai keu *youk* disebut *taloe neu*,dari youk keu lihei disebut aneuk youk.
Dari ujung aneuk youk dibawah leher hewan penarik disebut *taloe lihei* yang dibuat dari anyaman rotan atau benda lain. Dari taloe lihei diikat dua utas tali ke youk, guna untuk menghubungkan hewan penarik ke Bouh Langai.
Youk ada dua jenis, youk crap sabouh dan youk crap dua.
Youk crap sabouh dihandel oleh satu ekor hewan penarik, umumnya pada hewan kerbau, sedangkan youk crap dua dihandel oleh dua ekor hewan penarik, umumnya hewan yg dipakai sapi atau juga kuda.
Dari Bouh Langai keujung youk crap sabouh disebut taloe linggang. Seutas tali dipasang pada lubang hidung hewan penarik disebut *keulike*, dari keulije seutas tali yang diikat ke meunumat langai disebut lou keumudou. Selain untuk kemudi talou keumudou juga digunakan sebagai rem sesaat hendak berhenti.
Ditangan petani dipegang sepotong kayu kecil pada ujungnya diikat seutas tali untuk melaju hewan penarik disebut *sinvet*.
Para petani mu'u ngeun langai, hewan penarik yang telah terlatih serta menggunakan bahasa kode perintah seperti untuk maju disebut *(jak laju)*, kekanan *(treuu)*, belok pertama *(wouleei)*, belok kedua *(woudalam wiee)* Belok kanan tidak ada pakai bapak.
Untuk buka kolom kedua disebut *(aweuud)*, dan berhenti disebut *(doeng)* serta ditarik tabloe keukikei sebagai rem. Para petani masa lampau selain mambajak sawah diri sendiri, juga membajaksawah milik orang kaya tani untuk mendapatkan uang *(tueng upah mu'ua)*.
Dulu masyarakat tani mu'ua ngen langai, setelah shalat subuh mulai berkaktivitas sampai siang hari. Sebagian sawah kering dicangkul untuk tempat semai bibit padi biasa disebut *(neuduek neulhoeng)*
Adapun beberapa jenis bibit padi yang telah disiapkan antara lain *pala idang, sirabou, manyam meuham boe, sikutieng bang ,.siaweuh*. Serta jenis padi pulut seperti *leukat limeing, leukat unou, leukat adang, leukat beuneung dll dalam usia waktu panen lebih kurang enam bulan.
Pada musim hujan tiba, para petani segera menyelesaikan bajakan lahan sawah untuk dimulainya musim tanam serentak *(museim seumula)*. Para kaum perempuan mulai mencabut bibit padi *(meubuet bijeih)* untuk dipindahkan (ditanam) pada lahan sawah yang lebih lebar, kalau di aceh barat menamam padi (seumula) dikerjakan oleh kaum laki-laki.
Masyarakat Tani dulu perawatan masa pertumbuhan batang padi tidak menggunakan racun pembasmi hama. Hanya mencabut rumput dan tidak menggunakan bahan kimia pada biji padi yang asri dan alami untuk dikonsumsi juga bebas dari gangguan kesehatan. Pada tahun 1970-an mulai beroperasi traktor bajak sawah yang sanggup membajak lahan sampai lima hektar perhari.
Kondisi
Pada tahun 1980-an sampai saat ini mu'ue ngen langai hilang tak pernah kembali lagi pada anak cucu kita.
*Alat Tradisional Mu'ue ngen Langai merupakan warisan Endatu kita masa lampau semoga jadi kenangan sepanjang masa. Nyan meunan
Jurnalis warga
Sabri Ahmad
Masyarakat Tani dan Mantan Operator Traktor Bajak Sawah Melaporkan dari Blang Nudoun Aceh Utara

Komentar
Posting Komentar